Sejarah Sejumlah Kapolres di Prabumulih
1. Kapolres Pertama: AKBP Edward
Kapolres pertama di Prabumulih setelah pemekaran daerah adalah AKBP Edward. Ia memegang jabatan ini pada tahun 2002, saat Prabumulih resmi menjadi kota otonom. Pada masa kepemimpinannya, Edward fokus pada pembenahan struktur organisasi kepolisian. Dia memperkenalkan program keamanan berbasis komunitas yang memungkinkan kerja sama erat antara kepolisian dan masyarakat. Keberhasilannya dalam menciptakan hubungan yang kuat antara polisi dan warga menciptakan suasana aman.
2. Kapolres Kedua: AKBP Ridwan
Berganti di tahun 2005, AKBP Ridwan mengambil alih sebagai Kapolres Prabumulih. di bawah kepemimpinannya, Ridwan berinovasi dengan meningkatkan penggunaan teknologi dalam pelayanan publik. Ia menginisiasi sistem pengaduan berbasis SMS, yang memungkinkan warga untuk melaporkan kejahatan secara langsung. Selain itu, Ridwan memperkuat strategi anti-narkoba dengan menggandeng BNN dan meningkatkan sosialisasi tentang bahaya narkoba di kalangan remaja.
3. Kapolres Ketiga: AKBP Sigit
Memasuki tahun 2008, AKBP Sigit memimpin Polres Prabumulih. Dia dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pemberdayaan sumber daya manusia, mengimplementasikan program pelatihan rutin bagi anggota kepolisian. Sigit juga aktif dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk korban bencana dan gerakan bersih-bersih lingkungan. Di bawah arahan Sigit, Prabumulih tercatat mengalami penurunan angka kriminalitas yang signifikan.
4. Kapolres Keempat: AKBP Anwar
Pencapaian Sigit dilanjutkan oleh AKBP Anwar pada tahun 2011. Anwar menekankan pada pelaksanaan program polisi sahabat anak dan polisi sahabat perempuan. Dengan inovasi ini, ia berupaya untuk meminimalisir tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Anwar aktif dalam menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman hukum yang lebih baik kepada generasi muda.
5. Kapolres Kelima: AKBP Rina
Di tahun 2014, Prabumulih dipimpin oleh Kapolres wanita pertama, AKBP Rina. Ia membawa perspektif baru dalam kepemimpinan polisi. Rina memperkenalkan program “Polisi Untuk Semua”, yang membahas isu-isu yang berkaitan dengan gender dan anak. Rina juga mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga keamanan melalui berbagai forum dialog. Strategi ini memupuk rasa solidaritas di kalangan penduduk Prabumulih.
6. Kapolres Keenam: AKBP Hendro
Setelah Rina, AKBP Hendro diangkat sebagai Kapolres pada tahun 2016. Hendro mengambil pendekatan proaktif dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin marak. Dia menggagas kerja sama dengan instansi pendidikan untuk menyelenggarakan seminar mengenai keamanan cyber. Hendro juga menjalankan program pemantauan media sosial untuk mendeteksi potensi ancaman sebelum terjadi.
7. Kapolres Ketujuh: AKBP Silvester
Tahun 2018, AKBP Silvester resmi dilantik sebagai Kapolres. Dia mencetuskan program “Prabumulih Cara Baru” yang bertujuan untuk menambah kedekatan antara anggota kepolisian dan masyarakat. Silvester juga mendorong anggotanya untuk terlibat aktif dalam aktivitas keagamaan. Dengan berkontribusi dalam kegiatan keagamaan, polisi menjadi lebih diterima di kalangan masyarakat, sehingga memudahkan kerja-kerja kepolisian.
8. Kapolres Kedelapan: AKBP Luki
Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kejahatan jalanan menarik perhatian AKBP Luki yang menjabat pada tahun 2020. Luki meluncurkan kampanye “Keluarga Berhati-hati” untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan dalam rumah. Di samping itu, ia membentuk tim khusus untuk menangani kejahatan berkendara. Upaya Luki dalam meningkatkan komunikasi publik membuahkan hasil baik, menciptakan lingkungan yang lebih aman di Prabumulih.
9. Kapolres Kesembilan: AKBP Taufik
Memasuki tahun 2022, AKBP Taufik resmi menjabat. Dia mengimplementasikan inovasi untuk mempercepat penyelesaian laporan masyarakat dengan sistem complaint handling yang mutakhir. Taufik juga memperkuat kerja sama dengan komunitas pengusaha dalam upaya menghadapi kejahatan ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, kolaborasi antara kepolisian dan sektor swasta menghasilkan program-program pengamanan yang lebih efektif.
10. Kapolres Kesepuluh: AKBP Dwi
Menjadi Kapolres pada tahun 2023, AKBP Dwi membawa semangat baru dalam kepolisian Prabumulih. Ia berfokus pada optimasi pelayanan publik dan transparansi kinerja. Dwi juga mendorong pemberdayaan anak muda dalam komunitas untuk menjadi duta keamanan. Salah satu inisiatifnya adalah program pemuda peduli, yang melibatkan remaja dalam kegiatan pengawasan sosial. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan keamanan dan ketertiban di Prabumulih.
Setiap Kapolres yang menjabat di Prabumulih membawa perubahan dan inovasi yang berkontribusi besar dalam penciptaan kondisi keamanan yang lebih baik. Melalui berbagai program dan inisiatif yang dilaksanakan, mereka tidak hanya menjaga ketertiban masyarakat, tetapi juga mendekatkan polisi dengan warga. Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi kepolisian juga semakin kompleks namun keberadaan para Kapolres tersebut telah memberikan arah yang jelas dalam menghadapi berbagai permasalahan di Prabumulih. Maka, sejauh ini, jejak kepemimpinan mereka menjadi contoh bagaimana kepolisian dapat beradaptasi dan berinovasi demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.